Kamis, 24 Januari 2013

Artikel Menikah

Dikirimin artikel ini sama Happy, hihi. Alhamdulillah, dari keempat hal dibawah ini ga ada di diri aku, aku masih 24 tahun, pacaran baru setahun, dan ga ada tuntutan orang tua. Aku mau menikah karena aku udah yakin sama pacarku, dan pacarku pun demikian juga. Dia udah 26, usia yang pas untuk laki-laki, hmm 26-29 lah ya, imho. Bersyukur banget dia lebih tua daripada aku, memang usia gak menjamin tingkat kedewasaan seseorang sih, tapi seenggaknya pengalaman hidup dia udah lebih banyak, jadi dia bisa membimbing aku. Ehcieeeeeeee. Kikikikik. Semoga toi memang jodohku yaa Allah :)

Normalnya, setiap orang pasti ingin menikah dengan orang yang dicintai dan hidup bahagia selamanya. Masalahnya, tidak semua orang mengalami perjalanan cinta yang mulus. Target usia menikah sudah lewat namun belum juga memiliki calon pendamping yang tepat. Akhirnya terpaksa menikah dengan pasangan pilihan orangtua, atau pasangan yang tak dicintai sepenuhnya.

Ternyata selain masalah usia, masih ada beberapa alasan salah yang terkadang membuat orang terpaksa menikah.

1. Karena sahabat atau kerabat sudah menikah
Usia boleh sama atau lebih muda, tapi sahabat atau adik sudah menikah duluan. Meski demikian bukan berarti mereka bisa memengaruhi Anda untuk menikah, jika Anda memang belum siap lahir batin. Pernikahan adalah sebuah komitmen dan keputusan besar, maka sangat penting berpikir dalam-dalam sebelum memutuskannya, bukan hanya karna ikut-ikutan atau malu sudah dilangkahi.

2. Karena sudah pacaran lama
Pacaran lama bukanlah jaminan Anda dan dia pasti cocok. Hanya karena Anda dan si dia sudah bertahun-tahun pacaran, tidak berarti Anda bisa memaksanya untuk menikah atau langsung mengiyakan ajakan si dia untuk menikah. Tak salah untuk serius pacaran dan merencanakan menikah, hanya saja Anda harus benar-benar yakin telah merasa mampu menerima segala kelebihan dan kekurangannya.

3. Karena tuntutan orangtua
Jangan pernah berpikir bahwa dunia akan kiamat jika Anda terlambat menikah. Komunikasikan dengan orangtua tentang hal ini dan juga alasan mengapa Anda belum menikah. Sekalipun mereka memberi Anda tekanan terus-menerus untuk segera menikah, Anda harus punya sikap. Jangan biarkan desakan sosial memengaruhi keputusan Anda. Katakan pada mereka bahwa Anda akan menikah ketika Anda sudah menemukan pasangan yang tepat, dan telah merasa siap lahir dan batin.

4. Karena takut dicap "perawan tua"
Ketakutan terbesar perempuan ketika belum menikah di atas usia 30 tahun adalah cap "perawan tua" dari masyarakat sekitar. Selain labelingsemacam itu, usia yang semakin dewasa juga menimbulkan ketakutan perempuan dalam masalah reproduksi.
Ada ketakutan bahwa perempuan yang menikah dalam usia yang lebih matang akan sulit punya anak, atau anak masih terlalu kecil saat Anda sudah tua, dan lain-lain. Hmm... masuk akal sih, tapi tetap saja ini bukan alasan yang tepat untuk buru-buru dan cari pasangan asal-asalan kan. Menikah dan berkeluarga bukanlah keputusan yang bisa diambil buru-buru.

Source: Kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar