Kamis, 07 Februari 2013

80/20 RULES IN A RELATIONSHIP

Gue selalu ngasih artikel ini buat temen-temen gue yang tiba-tiba di dalam hubungannya hadir orang ketiga. DAN BUAT KAMU KAMU YANG MAU SELINGKUH, WAJIB BACA ARTIKEL INI.
 
Intinya jangan sampe nyesel udah selingkuh, taunya dia cuma 20%! Yang 80%nya udah hidup bahagia sama orang lain :)
 
----------
 
80/20 Rule. Pernah dengar? Lupakan semua penerapan aturan ini yang pernah anda tahu, baik di marketing, bisnis, ekonomi ataupun kehidupan sehari-hari, karena memang aturan ini ada dan berlaku untuk penerapan di bidang-bidang tadi.
 
Rumus 80/20 yang akan saya bagi kali ini diterapkan dalam percintaan. Hasil obrolan iseng dengan seorang teman saya. Berinisial WN, gitaris band funk yang karir bandnya stagnan. Sebagai catatan, status stagnasi band teman saya tak ada hubungannya dengan apa yang akan saya bahas berikut.
 
Kita berangkat dari contoh (juga seorang teman saya), sebut saja namanya Peter Parker. Peter Parker ini pria ganteng dengan badan yang gym-friendly dan kondisi finansial yang terjamin. Mapan. What more can you ask from a guy, right? Peter Parker berpacaran dengan sebut saja Mary Jane. Mary Jane juga secara kriteria kurang lebih sama dengan Peter Parker. Cantik, badan bagus, sayang orang tua, dan bisa dibilang alim. What more can you ask from a girl, right? Peter Parker dan Mary Jane berpacaran sudah lama dan normalnya orang yang berpacaran lama, mereka pun berencana untuk menikah. Dan juga normalnya orang yang mau menikah, selalu ada godaannya.
 
Peter Parker pengusaha, dan udah jadi template pengusaha kalo sedang menjamu klien biasanya dibawa ke klub untuk minum-minum. Standar abis. Tapi ya kalo memang itu bisa membuat si klien betah jadi kliennya Peter Parker, mau bagaimana lagi? Di malam malam ketika Peter Parker menjamu kliennya pasti Mary Jane absen. Kenapa? Karena Mary Jane sayang orang tua dan bisa dibilang alim, sudah baca ini kan di awal? Jadi Mary Jane harus mematuhi peraturan orang tuanya yang menyebutkan dia harus ada di rumah paling lambat jam 10 di weekdays dan jam 11 di weekend. Nonton midnite saja Mary Jane hampir tidak pernah, apalagi menemani Peter Parker menjamu klien di klub.
 
Yang tadinya ini bukanlah sebuah masalah, sekarang menjadi masalah buat Peter Parker. Mary Jane lama-lama menjadi “kurang” di mata Peter Parker. Dan issue ini pun hari demi hari selalu menjadi langganan topik pertengkaran mereka. Berikutnya sudah bisa ditebak, Peter Parker bertemu dengan Lois Lane yang bisa menemaninya keluar malam, dan akhirnya meninggalkan Mary Jane demi Lois Lane. Terdengar seperti sebuah cerita yang sering anda dengar? Memang! Karena inilah yang selalu terjadi dengan mereka yang tergiur dengan 20. Padahal sebelumnya mereka memiliki 80.
 
80/20 Rule. Here’s how it works. Peter Parker punya Mary Jane, dengan segala kelebihannya, cantik, sexy, alim, sayang orang tua. Peter Parker punya seorang pacar dengan nilai 80. Sebagai manusia yang tidak pernah puas, Peter Parker pun mencari pacar dengan nilai 100. Yang membuat Mary Jane tidak bernilai 100 adalah dia tidak bisa menemani Peter Parker keluar malam. Mary Jane = -20. Datanglah Lois Lane, yang bisa menemani Peter Parker keluar malam. Lois Lane = +20. Karena nilai 20 ini yang selalu dicari Peter Parker, pindahlah Peter Parker ke Lois Lane. Tapi apakah Peter Parker menemukan seorang 100? Tidak. Ternyata nilai Lois Lane ya memang cuma 20. Selain bisa menemani Peter Parker keluar malam, tidak ada lagi yang bisa dibanggakan dari Lois Lane. Mary Jane itu tipe perempuan yang cantik dari dalam, punya aura, punya kharisma, sementara Lois Lane itu tipe perempuan yang cuma cantik kalau pakai make up. Jauh kan bedanya? Blah! What a waste. Jadi, Peter Parker melepaskan 80 karena tergiur dengan 20 yang selalu dia cari, mengharapkan bisa mendapat seseorang dengan 100, tapi bukannya 100 yang dia dapat, Peter Parker cuma dapat 20. 80 for 20. That’s the 80/20 rule in relationship.
 
Dan mau tahu apa yang terjadi berikutnya dengan teman saya Peter Parker? Yak betul, memohon setengah mati untuk bisa kembali dengan Mary Jane. Sayangnya Mary Jane pun sudah bertemu orang lain, Clark Kent. Clark Kent ini seorang pria yang tidak muluk muluk, seorang pria yang tahu bahwa tidak akan ada manusia dengan nilai 100. 80 adalah terbaik yang bisa anda dapat. That’s as close as you can get to perfection. So Mary Jane lived happily ever after with Clark Kent, while Peter Parker is back to square one, miserable and lonely. Pertanyaannya adalah apakah anda mau jadi seorang Peter Parker atau Clark Kent?
 
Beberapa teman saya menjawab mereka mau menjadi Peter Parker, tapi versi yang lebih pintar. Peter Parker di cerita atas adalah Peter Parker yang bodoh. Sudah punya 80, kenapa dilepas cuma buat 20? Peter Parker yang lebih pintar akan mempertahankan 80 sambil tetap bisa mendapatkan 20. Hm. Masuk akal sih. Beresiko tinggi, tapi masuk akal. Peter Parker yang lebih pintar akan bisa mengatur waktu (dan juga hati) antara Mary Jane dan Lois Lane. Kalau anda merasa bisa melakukan ini, silahkan. Resiko tanggung sendiri.
 
Untuk para Peter Parker di luar sana yang membaca ini, sudah tahu kebodohan anda kan? Untuk para Mary Jane di luar sana yang membaca ini, carilah seorang Clark Kent dan berhati-hatilah terhadap Peter Parker versi lebih pintar. Dan untuk para Lois Lane yang membaca ini, ketahuilah bahwa 75% dari pria yang berselingkuh, mereka akhirnya akan memilih untuk kembali ke istrinya. So you’ll know exactly where you stand.

 
Imam Darto,
 
Freemagz.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar